Image

Produk Lengkap 4LIFE TRANSFER FACTOR di Indonesia Tahun 2014

Tags

, , , , , , , , , , , , ,

Produk Lengkap 4LIFE TRANSFER FACTOR di Indonesia Tahun 2014, Range / All of Products of Transfer Factor 2014 in Indonesia

Advertisements

Transfer Factor Bagi Sistem Imun Yang Kuat, Pintar dan Seimbang

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Imunisasi dan Manfaatnya

Sebagian besar atau boleh dibilang seluruh manusia pernah mendapatkan imunisasi selama hidupnya, bahkan sebagian besar diterima saat masih bayi / anak kecil. Secara umum, proses imunisasi adalah proses memasukkan VIRUS atau SEJENISNYA yang SUDAH DILEMAHKAN terlebih dahulu ke dalam tubuh agar sistem imun tubuh secara mudah mengetahui kehadiran “Benda Asing” tersebut sebagai benda asing yang berbahaya dan segera mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki untuk melumpuhkannya. Setelah tubuh berhasil mengalahkannya, secara alami sistem kekebalan tubuh akan memperoleh ANTIBODI dan sekaligus INFORMASI mengenai Bagaimana Cara Melawan “Benda Asing” tersebut.

Apa Itu Transfer Factor?

Transfer Factor adalah dialyzable leukocyte extract (bDLE) atau molekul nano yang berisi kumpulan antibodi yang diperoleh dari proses transfer informasi dari antibodi mengenai berbagai macam penyakit dari sapi dan ayam. Jumlah informasi antibodi yang dikumpulkan lebih kurang sekitar 200.000 jenis “benda asing” yang sudah berhasil dilumpuhkan. Kumpulan molekul antibodi tersebut diekstrak secara teknologi nano dan dikemas ke dalam bentuk kapsul, tablet, dan cair agar memudahkan kita mengonsumsinya.

DENGAN KONSUMSI TRANSFER FACTOR, TUBUH MANUSIA TIDAK PERLU MENGALAMI SAKIT DAHULU SEBELUM MENDAPATKAN ANTIBODI TERHADAP BERBAGAI MACAM PENYAKIT.

Seberapa Penting Sistem Kekebalan Tubuh Bagi Kesehatan Kita?

“Banyak yang tidak tahu bahwa obat sebenarnya hanya menghilangkan gejala penyakit tetapi tidak menyembuhkan sumber penyakitnya. Obat akan menyebabkan penyakit bersembunyi dalam tubuh karena gejala telah menghilang. Sementara kita merasa sudah sembuh, padahal penyakit semakin parah.” ~~~ Dr. Chen Jau Fei – Saintis dan Imunologis

Sebagian besar (sekitar 95%) penyakit berasal dari kurang berfungsinya atau tidak seimbangnya sistem kekebalan tubuh kita, karena sebenarnya sistem kekebalan tubuh kitalah yang secara alami menjaga agar kita tetap sehat. Sistem imun menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan kita selama 24 jam bahkan ketika kita tidur. Mereka juga lah yang menjadi “dokter pribadi” yang secara pasti dapat mengetahui jenis penyakit yang menganggu dalam setiap sistem dalam tubuh kita.

produk 4life

 

BALANCE / SEIMBANG – Kata Kunci Dalam Perawatan Sistem Imun Yang Efektif.

Jika tubuh kita memiliki sistem kekebalan tubuh yang terlalu kuat, dapat menimbulkan:

  1. Alergi
  2. Autoimun

Jika tubuh kita memiliki sistem kekebalan tubuh yang terlalu lemah, dapat menimbulkan:

  1. Kanker
  2. Infeksi

keseimbangan transfer factor

 

MANFAAT PRODUK TRANSFER FACTOR

a) Meningkatkan aktifitas sel “Natural Killer” hingga 200% – 400%. Ini adalah 10-30 kali lebih tinggi kekuatan peningkatan daya imun berbanding dengan segala jenis herbal atau makanan-makanan kesehatan yang pernah diteliti oleh sains. Sel NK adalah bagian yang paling penting dalam sistem pertahanan tubuh buat melawan infeksi dari penyakit. Ia bekerja, mencari dan memusnahkan macam-macam infeksi dan sel-sel penyakit. Sel NK adalah sangat penting dalam melawan dan membunuh sel-sel kanker dan sel-sel yang terinfeksi akibat serangan virus, kuman, bakteri dsb.

b) Meningkatkan IQ sistem imun – TF memiliki gambaran rupa-rupa jenis kuman-kuman perusak. Ia akan mengalihkan gambaran ini kepada sel-sel imun, supaya dapat mengenali musuh-musuh dengan cepat. TF memberikan informasi tepat supaya sel-sel imun dapat bertindak cepat, menghapuskan kuman-kuman perusak, virus dan bakteri, sebelum ia berkembang biak di dalam tubuh.

c) Menenangkan sistem imun yang terlalu aktif – Sistem imun yang di luar batas akan menyerang sel-sel baik dan juga jaringan tubuh badan. Ini diberi nama dengan “penyakit autoimmune”. Sebagian penenang TF akan menenangkan sel-sel imun apabila musuh-musuh telah dikalahkan, dan mengarahkan sel-sel imun ke tempat lain yang diperlukan.

Trik Turunkan Berat Badan Saat Akhir Pekan

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

DETIK.COM  (http://health.detik.com/read/2012/04/21/084224/1897904/766/trik-turunkan-berat-badan-saat-akhir-pekan)

Jakarta, Saat akhir pekan banyak orang yang melupakan dietnya dan mengonsumsi segala macam makanan. Tapi sebenarnya ada trik tertentu yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan saat akhir pekan.

Beberapa orang ada yang melakukan diet ekstrem di hari kerja tapi melupakannya saat akhir pekan, kondisi ini tentu saja tidak akan mendapatkan hasil yang optimal dan justru bisa berbahaya.

Untuk itu agar bisa mendapatkan manfaat yang optimal, ketahui trik-trik yang bisa dilakukan jika ingin tetap melakukan diet saat akhir pekan, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (21/4/2012) yaitu:

1. Mengurangi karbohidrat dan makanan olahan
Makanan olahan diketahui mengandung kalori yang tinggi, sebaiknya luangkan waktu untuk membuat makanan sendiri dan menggunakan protein dari ayam, kalkun atau ikan. Jika ingin konsumsi karbohidrat sebaiknya dimakan saat pagi hari.

2. Makan di rumah
Mengonsumsi makanan di restoran cenderung mengandung kalori yang tinggi dan kaya karbohidrat, sehingga lebih sulit mengontrol berapa banyak yang dikonsumsi. Untuk itu persiapkan bahan makanan sebelum akhir pekan.

3. Tetap bergerak
Akhir pekan identik dengan bangun siang dan bermalas-malasan, padahal aktivitas fisik bisa membantu mengurangi karbohidrat dan lemak berlebih. Tambahkan pula beberapa latihan ketahanan yang bisa mempercepat metabolisme dan meningkatkan kalori yang terbakar.

4. Mengonsumsi air putih yang cukup
Air putih adalah minuman yang paling baik karena bebas kalori, air putih ini bisa membantu mengontrol rasa lapar dan juga keinginan untuk mengemil. Untuk itu hindari minum, kopi, teh atau soda meski yang untuk diet.

(ver/ir)

Kebiasaan Buruk Orangtua yang Tanpa Sadar Ditularkan ke Anak

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

DETIK.COM (http://health.detik.com/read/2012/04/16/123240/1893318/1301/kebiasaan-buruk-orangtua-yang-tanpa-sadar-ditularkan-ke-anak)

Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Tapi kadang tanpa disadari ada beberapa hal yang kerap dilupakan orangtua untuk diajarkan pada anak-anaknya.

Meskipun sebagian besar masyarakat tahu bagaimana memiliki gaya hidup yang sehat, tapi hanya sedikit orang yang menjalaninya. Jika orangtua tidak memiliki pola hidup yang sehat, maka anak secara otomatis akan meniru dan mengikuti gaya orangtuanya. Padahal jika sejak kecil sudah punya kebiasaan sehat maka ini akan terbawa hingga dewasa.

Berikut ini 5 kebiasaan buruk yang tanpa sadar ditularkan orangtua ke anaknya, seperti dikutip dari Health24, Senin (16/4/2012) yaitu:

1. Tidak sarapan

Melewatkan sarapan terbukti sangat membatasi perkembangan anak dan kemampuannya untuk belajar, berhubungan dengan obesitas serta membuatnya lesu, kurang konsentrasi dan mudah marah.

Orangtua harus mulai menyisihkan sedikit waktu untuk sarapan. Dalam sarapan tidak harus mengonsumsi makan besar, tapi yang terpenting mengandung protein yang baik serta karbohidrat seperti sereal tinggi serat dan susu rendah lemak atau roti gandum dan telur rebus.

2. Tidak suka makan buah dan sayur

Buah dan sayur mengandung nutrisi yang melimpah serta bisa membantu menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko penyakit. Tapi kebiasaan orangtua yang tidak suka makan buah dan sayur bisa membuat si kecil memiliki kebiasaan tersebut.

Untuk itu miliki semangkuk buah dan beberapa sayuran segar di lemari es. Hal yang lebih penting adalah membuat kebiasaan mengemil buah dan sayur di depan anak serta menikmatinya.

3. Tidak rajin olahraga

Olahraga sangat penting untuk anak-anak karena bisa meningkatkan keterampilan koordinasinya, mempertajam pikiran, meningkatkan kepercayaan diri serta mengurangi kecemasan dan stres. Orangtua yang tidak rajin berolahraga akan membuat anaknya malas melakukan olahraga.

Cobalah memasukkan lebih banyak aktivitas dalam rutinitas keluarga sehingga anak ikut berpartisipasi. Memberi contoh dengan aktif secara fisik akan menciptakan keluarga yang sehat.

4. Kurang tidur

Tidur membantu anak untuk tumbuh, berkembang dan berfungsi optimal, jika anak kurang tidur bisa membuatnya berisiko obesitas, masalah perilaku serta penyakit lain. Orangtua perlu menanamkan rutinitas tidur yang teratur serta memiliki batas jam malam untuk menonton televisi dan main video game.

Setiap anak memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda tergantung usia dan tingkat aktivitas. Jika anak tak sulit dibangunkan saat pagi hari maka ia mendapatkan waktu tidur yang cukup.

5. Tidak membiasakan cuci tangan

Cuci tangan diketahui menjadi cara yang mudah untuk mencegah beberapa penyakit seperti infeksi akibat E.coli, Giadia dan Salmonella. Jika orangtua terbiasa untuk selalu cuci tangan maka anak akan mengikutinya dan kebiasaan ini terbawa hingga ia dewasa.

Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah memegang hewan, sebelum dan setelah memegang makanan mentah, serta setelah batuk atau bersin.

(ver/ir)

 

SEMINAR GRATIS KESEHATAN 4LIFE TANGERANG

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

HADIRILAH!!!

PRESENTASI BISNIS TERDAHSYAT DI INDONESIA

INFO KESEHATAN dan BISNIS TERBAIK DI DUNIA SAAT INI

Hari / Tanggal : Jumat, 20 April 2012

Waktu : Pk.18.30 WIB

Lokasi : Jl. Gading Serpong Boulevard Blok AA3 No.59  (Sebelah Bimbel PHYTAGORAS, Deretan Toserba Gading)

Hubungi kami :

VANI  ( 0818.0800.7300 / PIN BB : 28FC.9370 )    atau  

JONITA  ( 0818.0772.1580 / PIN BB : 26B3.9223 )

4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Depok, 4Life Bekasi, 4Life Bogor, 4Life Bintaro, 4Life BSD, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Bintaro, 4Life Bekasi, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Jakarta Barat, 4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat, Transfer Factor Alam Sutra, Transfer Factor Serpong, Transfer Factor BSD, Transfer Factor Tangerang, Transfer Factor Banten, Transfer Factor Jakarta, Transfer Factor Jakarta Barat, Transfer Factor Jakarta Pusat, Transfer Factor Jakarta Utara, Transfer Factor Jakarta Selatan, Transfer Factor Bintaro, Transfer Factor Karawaci

Obati Diare Agar Tak Berkembang Jadi Penyakit Langka GBS

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

DETIK.COM (http://health.detik.com/read/2012/04/14/100021/1892344/763/obati-diare-agar-tak-berkembang-jadi-penyakit-langka-gbs)

4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Depok, 4Life Bekasi, 4Life Bogor, 4Life Bintaro, 4Life BSD, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Bintaro, 4Life Bekasi, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Jakarta Barat, 4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat, Transfer Factor Alam Sutra, Transfer Factor Serpong, Transfer Factor BSD, Transfer Factor Tangerang, Transfer Factor Banten, Transfer Factor Jakarta, Transfer Factor Jakarta Barat, Transfer Factor Jakarta Pusat, Transfer Factor Jakarta Utara, Transfer Factor Jakarta Selatan, Transfer Factor Bintaro, Transfer Factor Karawaci

Jakarta, Diare memang bisa diderita siapa saja. Namun bila terserang infeksi yang menyebabkan diare, sebaiknya segera ditangani dengan baik agar tidak berkembang menjadi penyakit langka Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Guillain-Barre Syndrome (GBS) merupakan gangguan imunologi yang menyebabkan kelainan saraf perifer sehingga terjadi kelumpuhan ekstremitas secara asenden dan simetris.

Penyakit langka GBS merupakan penyakit autoimun, artinya antibodi tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan zat asing seperti virus, justru menyerang sel-sel tubuh sendiri.

Risiko terberat GBS dapat mengancam jiwa karena menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan sehingga penderita harus menggunakan ventilator, terkena infeksi paru dan sepsis akibat imobilisasi lama.

“Gejala klinis GBS adanya kesemutan simetris (di ujung kedua kaki kanan dan kiri atau tangan kanan dan kiri) yang berlangsung sangat cepat dan berkembang menjadi kelumpuhan,” jelas Dr. Manfalutfy Hakim, Sp.S (K), Kepada Divisi Neurofisiologi Klinik dan Penyakit Neuromuskular, Departemen Neurologi FKUI-RSCM, dalam acara Konferensi Press ‘Mewaspadai Penyakit Guillain-Barre Syndrome (GBS) dan Myasthenia Gravis (MG), di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (13/4/2012).

Sebelum adanya gejala tersebut, lanjut Dr Manfalutfy, 4 sampai 6 minggu sebelumnya si pasien akan didahului oleh infeksi seperti diare, demam atau radang tenggorokan.

Kuman yang ada di tubuh dan menyebabkan infeksi itu akhirnya memicu antibodi. Ada bagian tertentu dari bakteri yang memicu antibodi untuk melawan tubuh sendiri.

Tapi tidak semua kuman infeksi dapat memicu timbulnya GBS. Menurut Dr Manfalutfy, infeksi saluran cerna berhubungan dengan infeksi bakteri C. Jejeni, sedangkan diare biasa lebih banyak disebabkan oleh Rotavirus. Namun gejala diarenya tidak bisa dibedakan secara awam.

“Sama seperti diare biasa. Artinya kalau Anda mengalami diare harus ditangai dengan baik dan diobati dengan tepat, agar kuman-kuman yang tertinggal tidak memicu GBS,” tutup Dr Manfalutfy.

15 Makanan Pendongkrak Imunitas

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KOMPAS.COM (http://health.kompas.com/read/2010/07/20/08224649/15.Makanan.Pendongkrak.Imunitas)

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu seperti sekarang ini, tubuh Anda mungkin menjadi lebih rentan terhadap gangguan ringan, seperti flu atau pilek. Agar tidak gampang sakit, Anda tentu harus menjaga kondisi dan stamina dengan beragam cara, termasuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan atau imunitas melalui asupan makanan yang bergizi.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan sehat yang dapat Anda pilih untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsinya secara tepat dan seimbang, kondisi tubuh Anda akan prima dan terhindar dari gangguan penyakit.

1. Tiram

Benarkah tiram mengandung zat yang merangsang birahi, atau meningkatkan kekebalan tubuh? Mungkin keduanya benar. Tiram mengandung mineral seng (zinc). Penelitian menunjukkan, asupan seng yang rendah berkaitan dengan infertilitas pria. Selain itu, kandungan mineral seng dalam tiram memiliki efek antivirus. Meski penelitian belum dapat menjelaskan prosesnya, mineral seng terbukti berperan besar dalam sistem imun, termasuk dalam penyembuhan luka.

2. Semangka

Selain mengandung banyak cairan dan menyegarkan, semangka yang telah matang juga memiliki kandungan antioksidan dan glutathione yang tinggi. Glutathione dikenal dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat memerangi infeksi. Glutathione sendiri ditemukan dalam daging buah semangka yang merah.

3. Kubis

Selain semangka, kubis juga merupakan salah satu sumber glutathione yang berguna memperkuat sistem kekebalan. Kubis mudah ditemukan di setiap musim dan harganya murah. Cobalah menambahkan beberapa jenis kubis (putih, merah, china) pada sup dan minuman untuk meningkatkan nilai gizi dan sumber antioksidan dalam makanan Anda.

4. Kacang “almond”

Tahukah Anda, bila mengalami stres, maka hal itu sama artinya dengan menurunkan kekebalan tubuh? Cobalah segenggam almond untuk mengatasinya. Anda disarankan mengonsumsi 1/4 cangkir almond karena dalam takaran tersebut sudah mengandung 50 persen dari jumlah vitamin E yang dibutuhkan tubuh untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan. Almond juga mengandung riboflavin dan niacin, vitamin B yang dapat membantu Anda bangkit kembali dari dampak stres.

5. Jeruk “grapefruit”

Kandungan vitamin C dalam grapefruit sangat tinggi dan baik untuk tubuh. Namun, hingga saat ini, riset belum dapat membuktikan bahwa Anda dengan mudah mencukupi kebutuhan vitamin C melalui makanan saja, tanpa suplemen, untuk membantu mengobati flu atau pilek. Meski begitu, jeruk grapefruit dapat menjadi pilihan karena mengandung flavonoid (senyawa kimia alami yang berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh). Tidak suka jeruk grapefruit? Anda bisa coba jeruk biasa atau tangerin (jeruk keprok).

6. “Wheat germ”

Wheat germ adalah bagian inti dari benih gandum yang kaya akan zat gizi. Kandungan yang terdapat di wheat germ di antaranya adalah mineral seng, antioksidan, dan vitamin B; serta vitamin dan mineral penting lainnya. Wheat germ  juga mengandung campuran serat, protein, dan beberapa lemak yang baik.

7. Yoghurt rendah lemak

Secangkir yoghurt setiap hari dapat menghindari tubuh Anda dari kedinginan.  Carilah label yoghurt yang menuliskan “bakteri hidup dan kultur aktif”. Beberapa peneliti percaya bahwa yoghurt dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Selain itu, studi terbaru tentang vitamin D terbaru telah menemukan hubungan antara kadar vitamin D rendah dan meningkatnya risiko kedinginan dan terkena flu.

8. Bawang putih

Bawang putih mengandung sejumlah antioksidan yang berguna dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan H pylori, bakteri yang menyebabkan bisul dan kanker perut. Tips memasaknya adalah: kupas bawang putih, potong, dan biarkan 15 hingga 20 menit sebelum dimasak untuk mengaktifkan enzim yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh.

9. Bayam

Bayam dikenal sebagai makanan super karena kaya nutrisi. Hal ini karena bayam mengandung folat yang membantu tubuh Anda memproduksi sel baru dan memperbaiki DNA. Bayam juga mengandung serat, antioksidan, seperti vitamin C, dan banyak lagi. Nutrisi bayam paling banyak didapat saat bayam dimakan mentah atau dimasak sebentar.

10. Teh

Anda suka teh hijau atau teh hitam? Tidak perlu ragu karena keduanya sama-sama mengandung polifenol dan flavonoid yang dapat melawan penyakit. Antioksidan yang terkandung dalam kedua jenis teh itu dapat menghancurkan radikal bebas.

11. Ubi jalar

Seperti halnya wortel, ubi jalar juga memiliki beta karoten-antioksidan yang melawan radikal bebas. Ubi jalar juga mengandung vitamin A yang berguna memperlambat proses penuaan dan dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

12. Brokoli

Sayuran yang mudah ditemukan di supermarket ini ternyata mengandung zat yang dapat meningkatkan kekebalan dasar tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan, zat kimia alami dalam brokoli membantu merangsang sistem kekebalan tubuh. Plus, nutrisi yang melindungi tubuh Anda dari kerusakan. Selain itu, brokoli juga memiliki vitamin A, vitamin C, dan glutathione. Tips memasak: Anda dapat menambahkan lauk dengan brokoli yang diberi keju rendah lemak sehingga memperoleh vitamin B dan vitamin D yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

13. Jamur kancing

Bila Anda menganggap jamur sebagai makanan yang rendah gizi, Anda salah! Jamur memiliki kandungan mineral selenium dan antioksidan. Berdasarkan penelitian, rendahnya tingkat selenium dalam tubuh dapat meningkatkan risiko terjangkit flu yang lebih parah. Selain itu, kandungan riboflavin dan niacin yang terkandung dalam jamur kancing berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa jamur juga memiliki antivirus, antibakteri, dan efek anti-tumor.

14. “Acai berry”

Dikenal dengan istilah “makanan super”, acai berry juga menghasilkan antioksidan seperti blueberry. Hanya, kandungan antioksidan acai berry lebih tinggi dan sering disebut anthocyanin. Meskipun acai berry tidak dapat dispesifikkan untuk memerangi penyakit tertentu, antioksidannya dipercaya dapat membantu tubuh Anda melawan penuaan dan penyakit. Acai berry paling sering ditemukkan dalam minuman jus atau smoothie atau yang dikeringkan dan dicampur granula (sereal).

15. “Elderberry”

Dalam sebuah studi yang dilakukan ditemukan bahwa ramuan yang terbuat dari ekstrak elderberry mampu memblok virus flu. Beberapa studi kecil yang dilakukan pada manusia menunjukkan bahwa bahan ini dapat membantu Anda lebih cepat pulih dari flu. Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa studi lebih lanjut masih diperlukan. Elderberry sendiri kaya antioksidan dan memiliki kemampuan untuk meredakan peradangan.

Jangan Campurkan Minuman Ini dengan Obat

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

YAHOO.COM (http://id.she.yahoo.com/jangan-campurkan-minuman-ini-dengan-obat-133000855.html)

Jangan Campurkan Minuman Ini dengan Obat

Ghiboo.com – Minuman memang penting bagi tubuh. Sayangnya, beberapa jenis minuman justru menimbulkan reaksi merugikan jika digabungkan dengan obat. Dilansir melalui Prevention, Senin (9/4), berikut ini beberapa jenis minuman yang sebaiknya Anda hindari saat akan minum obat.

Jus grapefruit

Jus grapefruit mengganggu kinerja terhadap lebih dari 50 obat, termasuk statin dan obat untuk tekanan darah tinggi. Sejumlah senyawa organik, yang diidentifikasi sebagai turunan furanokumarin dapat mengganggu hati dan menyerap enzim sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus kecil. Penelitian dari University of Western Ontario juga menunjukkan bahwa jus grapefruit meningkatkan absorpsi (penyerapan) obat-obatan tertentu serta mengubah dosis normal menjadi dosis berlebihan.

Jus delima

Enzim yang ditemukan dalam jus delima dapat memecah resep obat tekanan darah. Jus delima juga bisa memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan pada obat antidepresan bisa menyebabkan penurunan efektifitas obat.

Produk susu

Susu akan mengurangi absorpsi antibiotik dalam tubuh dan menghambat penyerapan komponen tertentu dalam obat, seperti zat besi. Kalsium dalam susu juga dapat menganggu efektivitas obat tiroid dan dapat mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat dalam tubuh. Tunggu minimal 4 jam setelah minum obat untuk minum minuman yang kaya kalsium tersebut.

Kafein (termasuk kopi, teh hijau, dan minuman berenergi)

Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum secangkir kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (penekan nafsu makan), obat asma dan amfetamin. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, baru minum kopi.

Minuman isotonik

Kalium dalam minuman ini dapat berbahaya bila digabungkan dengan obat untuk penyakit gagal jantung atau obat-obatan hipertensi. Hindari pisang juga, karena pisang juga sangat kaya akan kalium.

Wine

Meneguk segelas anggur saat minum obat antidepresan bisa menyebabkan hipertensi, sakit kepala, detak jantung cepat dan stroke. Hal ini juga berlaku pada minuman berenergi.

Teh hijau

Teh hijau mengandung sedikit vitamin K yang dapat mengurangi efek dari obat-obatan seperti kumarin atau warfarin (mencegah pembekuan darah).

 

6 Kesalahan Saat Mengobati Diri Sendiri

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KOMPAS.COM (http://health.kompas.com/read/2012/03/29/17273231/6.Kesalahan.Saat.Mengobati.Diri.Sendiri)

4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Depok, 4Life Bekasi, 4Life Bogor, 4Life Bintaro, 4Life BSD, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Bintaro, 4Life Bekasi, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Jakarta Barat, 4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat, Transfer Factor Alam Sutra, Transfer Factor Serpong, Transfer Factor BSD, Transfer Factor Tangerang, Transfer Factor Banten, Transfer Factor Jakarta, Transfer Factor Jakarta Barat, Transfer Factor Jakarta Pusat, Transfer Factor Jakarta Utara, Transfer Factor Jakarta Selatan, Transfer Factor Bintaro, Transfer Factor Karawaci

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah himpitan ekonomi, banyak masyarakat berupaya melakukan pengobatan terhadap dirinya sendiri (self medicine). Mengobati diri sendiri boleh-boleh saja, asalkan dilakukan dengan baik dan benar.

Demikian disampaikan Prof. DR. dr. Rianto Setiabudy SpFK dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam diskusi bertema ‘Penggunaan Obat yang Rasional”  Kamis (29/3/2012) di Jakarta.

“Pengobatan diri sendiri akan sangat bermanfaat karena dapat menghemat waktu dan biaya transpor, mengurangi biaya konsultasi dokter, dan sebagian penyakit di masyarakat tergolong penyakit yang cepat sembuh sendiri,” katanya.

Rianto menjelaskan, penyakit yang boleh diobati sendiri oleh orang awam memiliki ciri di mana penyakit biasanya bersifat ringan, akan sembuh sendiri dalam waktu singkat dan tidak berbahaya. Penyakit tersebut misalnya batuk pilek tidak lebih dari 5 hari, diare ringan selama beberapa hari, sakit kepala ringan, sembelit dan sukar tidur.

“Tetapi kadang kita harus hati-hati. Biarpun demam baru satu hari tapi kalau kejang, harus segera dibawa kedokter, karena ini bukan demam biasa,” katanya.

Rianto mengingatkan, ada sejumlah penyakit yang tidak boleh diobati sendiri oleh orang awam. Cirinya, penyakit ini biasanya cenderung menjadi berat, tidak sembuh sendiri (walaupun tidak terasa sakit). Misalnya, hipertensi, diare hebat, kencing manis, kanker, penyakit ginjal dan jantung.

Meski begitu, Rianto menegaskan tidak semua orang mampu menerapkan praktik pengobatan diri sendiri secara benar. Ia menyebutkan, ada beberapa contoh kesalahan yang lazim dilakukan masyarakat dalam mengobati dirinya sendiri :

1. Mengobati flu, batuk, pilek dengan antibiotika.

“Ini sangat buruk dan manfaatnya tidak ada sama sakali. Tidak ada virus yang dapat diobati dengan antibiotika,” katanya.

2. Penggunaan vitamin secara belebihan

Rianto mengungkapkan, hasil riset The National Cancer Institute di Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang yang setiap hari mengonsumsi lebih dari 1 macam multivitamin lebih besar risikonya menderita kanker prostat. “Meskipun kebenaran hasil penelitian tersebut masih diperdebatkan kalangan ilmuwan,” ungkapnya.

3. Menyisakan obat untuk “sakit yang akan datang”

Dalam beberapa kasus, Rianto mengamati, banyak pasien yang tidak menghabiskan obat yang diresepkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Misalnya, obat yang seharusnya dihabiskan dalam waktu seminggu, namun hanya diminum sampai hari ke empat (karena merasa badan sudah agak baikan), lalu sisanya disimpan dan dipakai kalau penyakitnya kembali kambuh.

4. Menggunakan obat dokter yang terlihat manjur untuk orang lain

“Jangan karena melihat teman atau saudara bisa sembuh dengan mengonsumsi obat dari pemberian dokter, lantas kita ikut-ikutan meminumnya,” ucapnya. Menurut Rianto, meskipun penyakit yang kita derita sama dengan orang lain, tetapi belum tentu obatnya sama. Karena tingkat keparahan penyakit setiap orang berbeda-beda.

5. Membeli obat keras tanpa resep dokter

Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, akses mendapatkan obat di Indonesia masih terlalu mudah. Bahkan obat yang seharusnya hanya dapat dibeli dengan resep dokter, dapat dengan mudah didapatkan di toko-toko obat. “Di Malaysia, kalau mau beli obat antibiotika harus pakai resep. Tapi kalau di Indonesia, tidak pernah ditanya resep. Maka sia-sia lah kita berteriak memerangi resistensi terhadap obat kalau sisitemnya masih seperti ini,” jelasnya.

6. Mengobati sendiri penyakit berbahaya

Sampai saat, ini masih ada sebagian masyarakat yang lebih percaya pengobatan tradisional ketimbang pergi ke dokter, khususnya dalam mengobati penyakit berbahaya seperti misalnya, kanker, diabetes, jantung.

Antibiotik Bisa Memicu Kasus Asma

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KOMPAS.COM (http://health.kompas.com/read/2012/03/17/11571864/Antibiotik.Bisa.Memicu.Kasus.Asma)

4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Depok, 4Life Bekasi, 4Life Bogor, 4Life Bintaro, 4Life BSD, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Bintaro, 4Life Bekasi, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life, Transfer Factor, 4Life Tangerang, 4Life BSD, 4Life Serpong, 4Life Karawaci, 4Life Alam Sutra, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Bintaro, 4Life Jakarta Barat, 4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat,4Life Jakarta Barat, Transfer Factor Alam Sutra, Transfer Factor Serpong, Transfer Factor BSD, Transfer Factor Tangerang, Transfer Factor Banten, Transfer Factor Jakarta, Transfer Factor Jakarta Barat, Transfer Factor Jakarta Pusat, Transfer Factor Jakarta Utara, Transfer Factor Jakarta Selatan, Transfer Factor Bintaro, Transfer Factor Karawaci Penggunaan antiobiotik secara tidak wajar ternyata tidak hanya memicu resistensi kuman terhadap obat antibiotik, tetapi juga berpotensi meningkatkan kasus dan keparahan penyakit asma alergi pada usia dini. Demikian hasil riset yang dilakukan para ahli dari University of British Columbia.

Temuan ini sedianya dipublikasikan hari ini dalam journal EMBO report. Dalam kajiannya, peneliti menemukan bahwa pemakaian antibiotik tertentu dapat merusak bakteri pada usus yang dapat memicu perkembangan penyakit asma.

“Telah lama diketahui bahwa banyak anak-anak yang sering terpapar antibiotik – seperti yang terjadi di beberapa negara maju – sehingga mereka lebih rentan terhadap asma,” kata peneliti, Brett Finlay, ahli mikrobiologi dari University of British Columbia.

“Penelitian kami adalah bukti eksperimental pertama yang menunjukkan bagaimana paparan antibiotik dapat memicu perkembangan asma,” tambahnya.

Dalam risetnya, Finlay dan tim meneliti bagaimana efek penggunaan dua jenis antibiotik yang secara luas digunakan seperti streptomisin dan vankomisin, dapat mempengaruhi ekosistem bakteri dalam usus. Finlay menemukan bahwa vankomisin dapat mengubah komunitas bakteri di dalam usus dan meningkatkan keparahan dari asma (hasil uji coba pada tikus).

Sementara penggunaan antibiotik yang sama pada tikus dewasa tidak mempengaruhi kerentanan tikus terhadap asma. Hal ini menunjukkan bahwa awal kehidupan menjadi masa kritis dalam membangun sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Peneliti mencatat, penyakit asma telah mempengaruhi lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia dan prevalensinya terus mengalami meningkat rata-rata sebesar 50 persen setiap dekade, khususnya di kalangan anak-anak yang tinggal di negara industri.

Finlay mengatakan, di dalam usus manusia terdapat sekitar 100 triliun bakteri, dan berisi lebih dari 1.000 spesies bakteri. “Meskipun tidak sepenuhnya dipahami, tetapi mikro-organisme, yang dikenal sebagai “flora usus” melakukan sejumlah fungsi yang justru sangat berguna untuk manusia,” kata Finlay.

“Praktik sosial modern, seperti peningkatan metode sanitasi dan pemakaian antibiotik secara luas, disinyalir sebagai penyebab hilangnya spesies bakteri baik di dalam usus kita yang mungkin berperan penting untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat,” kata Finlay.

Finlay kembali menegaskan, pemberian antibiotik kepada anak-anak mungkin dapat mengganggu kehidupan normal dari bakteri, sehingga tidak boleh dianggap remeh.

Studi didanai oleh Canadian Institute of Health Research (CIHR). Marc Ouellette, Direktur Ilmiah dari CIHR mengungkapkan, “telah diakui bahwa mikroba memainkan peran penting dalam kesehatan manusia – dan kami menemukan bahwa gangguan pada bakteri telah dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan kronis.

Hasil penting dari tim Prof Finlay mengkonfirmasi bahwa “pemberian antibiotik kepada anak-anak muda, yang mengganggu flora normal bakteri, tidak boleh dianggap enteng. ”

Sumber : Physorg